Kamis, 26 November 2020

Hadapi Dengan Senyuman

                     -Pemuda Pinggiran-

HIDUP HARUS SIB

Rencananya, dua hari yang lalu keluar mau hadir ke pelantikan sahabat/i Pengurus Cabang Pmii Kubu Raya 

Berhubung cuaca kurang bersahabat, jadinya saya belok saja ke toko buku Menara untuk mencari lahapan baru, lalu ke kampus sebentar dan setelah Asar rencananya mau langsung pulang.

Tapi tiba² keinginan hati mengajak untuk menyambangi Sahabat Thalab Jeje yang sedang berjualan Cimol di depan Kampus Yarsi, karena memang sudah lama tidak bersua dan bertatap muka.

Kami bercengkrama ngalur ngidul tak tentu arah dan bertukar fikiran sembari menikmati suguhan Cimol Maknyus bikinannya, tak lupa pula rintik sendu yang sedang membasahi rerumputan ikut membersamai.

Seperti biasanya, jika sudah berjumpa dengan sahabat Thalab pasti sedikit banyak ada kata mutiara yang mampu memikat hati (makanya nggak perlu heran jika cewek-cewek betah berada di sampingnya), namun kali ini tampak berbeda, ia hanya sedikit mengeluarkan ramuan kata-katanya (benar-benar sedikit) namun luas pemaknaannya

"Hidup itu Suf harus SIB (Sabar, Ikhlas, Bersyukur)"

Cukup 8 kata namun perlu 1000 halaman untuk melukiskan makna.

----------------

Kunci hidup bahagia itu memang sederhana, seperti yang di katakan sahabat saya di atas.

1. SABAR 
Dalam menjalani hidup kita harus sabar, sabar dibanting sana sini, sabar diterpa angin lalu, sabar dihempaskan badai dsb. Sabar salah satu kunci keluar dari cobaan sebagai seorang pemenang.

Saat kita dalam keadaan tidak mampu, lapar menimpa, kemiskinan menghantui, kebutuhan banyak tapi pemasukan tidak ada, semuanya serba susah, ekonomi susah, makan susah, mandi susah, kawin susah, pokoknya semua serba susah dan kekurangan.

Disaat seperti itu Sanggupkah kita BERSABAR? Sanggupkah bersabar untuk tetap berusaha? Sanggupkah bersabar untuk tidak meminta²? Sanggupkah bersabar untuk tidak mengeluh pada Tuhan? Sanggupkah bersabar untuk tidak menuntut dan menyalahkan Tuhan? Sanggupkah bersabar untuk tidak mencuri? Sanggupkah bersabar untuk tidak mengambil hak orang lain?

Jika Mampu, Selamat Kita adalah Pemenang.

Begitu juga dengan kita yang berpunya, saat segalanya serba ada, saat segalanya dipermudah. Rumah megah, mobil mewah, Istri 4, jabatan tinggi, usaha banyak, rekening sampai tak muat dsb.

Saat seperti itu, mampukah bersabar untuk tidak menyombongkan diri? Mampukah bersabar untuk rumahnya yang senantiasa diketok pintunya? Mampukah bersabar untuk tidak menghina orang lain?

Jika Mampu, Selamat anda adalah Pemenang.

Namun sayang diantara dua hal tersebut, antara Kekayaan dan Kemiskinan. Mereka yang hidup dalam kemiskinan dan kekurangan lah yang banyak mampu menjadi pemenang. Sementara mereka yang kaya terlanjur terbuai dan mendewakan harta.

2. IKHLAS
Konsep ikhlas sangat sulit untuk dijelaskan, susah sekali seseorang untuk dikatakan ikhlas sebab ikhlas adalah urusan hati.

Namun dalam hidup, kala kita dalam keadaan mampu, ikhlaskah kita menolong? Ikhlaskah kita beramal? Ikhlaskah kita membantu? Ikhlaskah kita menyumbang?

Jika mampu, selamat kita adalah Pemenang.

3. BERSYUKUR
Tidak semua orang mampu melakukan ini, butuh keluasan dan keikhlasan hati agar mampu menjadi orang yang bersyukur.

Syukur tidak sekedar ungkapan Hamdalah, namun harus ada aplikasi kehidupan nyata,

Dalam hal syukur ini banyak dari kalangan bawah mampu melakukannya, mereka mampu menerima segala pemberian Tuhan walau hanya sedikit. Namun banyak gagal pada tingkatan mereka yang merasa dirinya mampu, "Ahhh ngapain nyumbang, wong saya kerja sendiri, keringat sendiri, uang² saya sendiri". Mereka lupa bahwa segala nya Tuhan yang mengatur dan memberi, maka selayaknya kita senantiasa bersyukur dalam situasi dan kondisi apapun.

Intinya
Saat kita mendapatkan cobaan, Bersabarlah
Saat kita memberi, Ikhlaslah
Saat kita berpunya, Bersyukurlah

Wallahu A'lam bis Shawwab

____________________________
Yusuf An-nasir, 26 November 2020

#CHS2

Tidak ada komentar:

Posting Komentar