A. Pengertian Corporate Identity
Corporate Identity merupakan identitas yang membedakan antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya, dan bisa juga berfungsi sebagai penanaman citra atau image yang bisa menjadikan sebagai daya tarik.
Identitas perusahaan berdasarkan filosofi organisasi terwujud dalam budaya perusahaan yang berbeda. Identitas mencerminkan kepribadian sebuah perusahaan dan dari sinilah branding perusahaan tercipta.
Corporate Identity dalam suatu perusahaaan, berperan dalam menjawab pertanyaan seperti “siapa kita?” dalam arti dimata klien atau konsumen. Disini perusahaan menunjukkan rasa kebersamaan atau hubungannya kepada klien atau konsumen.
Menentukan arah, design, nyawa dari sebuah korporasi tidaklah mudah. Penentuan arah dimulai dari tujuan didirikannya perusahaan atau bisnis, bidang industri yang dipilih, serta market yang dituju, perusahaan juga harus memiliki arah kreasi Corporate Identity yang berhubungan dengan branding perusahaannya. Menjalankan bisnis berkembang dan produktif dalam bukan tentang menjadi beruntung.
B. Citra Perusahaan
Citra adalah perasaan, gambaran diri publik terhadap perusahaan, kesan yang dengan sengaja diciptakan dari suatu objek. Adapun pengertian citra dalam KBBI adalah:
Kata benda, gambar, rupa, gambaran.
Gambaran yang dimiliki orang banyak mengenai pribadi, perusahaan, organisasi atau produk.
Kesan mental atau bayangan cisual yang ditimbulkan oleh sebuah kata, frase atau kalimat dan merupakan unsur dasar yang khas dalam karya, prosa atau puisi.
Downing mendefinisikan citra sebagai “Citra merupakan sekumpulan makna dari obyek yang dikenali dan orang-orang dapat menggambarkan, mengingat, dan menghubungkan obyek tersebut. Citra merupakan refleksi dari realitas organisasi bagaimana organisasi
dipandang oleh publiknya (Laksana, 2012).
Menurut Frank Jeffkins terdapat beberapa jenis citra, yaitu :
The mirror image (citra bayangan), adalah citra yang diyakini oleh pihak perusahaan yang bersangkutan, terutama kepada pimpinan yang tidak percaya apa dan bagaimana kesan masyarakat terhadap perusahaan. Contohnya : suatu perusahaan mengeluarkan sebuah produk baru yang mereka meyakini bahwa produk tersebut dapat diterima dengan baik oleh masyarakat, namun keyakinan mereka berbanding terbalik dengan kejadian dilapangan. Dan mereka pun tidak melakukan survei lapangan serta tak menerima kritikan karena keoptimisan mereka terhadap produk tersebut.
The current image (citra yang berlaku), adalah citra yang mendapatkan kesan yang baik dari masyarakat terhadap sebuah produk atau perusahaan. Contohnya : produk a yang baru saja diluncurkan perusahaan mendapatkan tempat dihati masyarakat sehingga membuat citra perusahaan baik dimata publik.
The wish image (citra yang diinginkan), adalah citra yang ingin dicapai oleh pihak manajemen terhadap perusahaan sehingga perusahaan atau produk tersebut lebih dikenal dan mendapatkan kesan yang baik dari masyarakat atau publik.
Corporate image (citra perusahaan), adalah citra yang berkaitan dengan sosok perusahaan itu sendiri sebagai tujuan utamanya, serta strategi bagaimana menciptakan citra yang positif dipandangan masyarakat atau publik.
The multiple image (citra serbaaneka), adalah sebagai pelengkap citra perusahaan, yang bagaimana pihak humas akan menampilkan identitas, atribut logo, brands name, seragam, kemudian diidentikkan sebagai citra perusahaan tersebut.
Performance image (citra penampilan), adalah citra yang ditujukan lebih kepada subjeknya, bagaimana kinerja atau penampilan profesional pada perusahaan yang bersangkutan, misalnya dalam bentuk pelayanan dan pelaksanaannya.
Menurut Siswanto Sutojo (2004), dalam bukunya Membangun Citra Perusahaan, citra sebagai pancaran atau reproduksi jati diri atau bentuk orang perorangan, benda atau organisasi. Citra sebagai persepsi masyarakat terhadap jati diri perusahaan atau organisasi. Persepsi seseorang terhadap perusahaan didasari atas apa yang mereka ketahui tentang suatu perusahaan bersangkutan. Menurut Siswanto Sutojo, citra perusahaan yang baik dan kuat mempunyai manfaat :
Daya saing dalam jangka menengah dan panjang yang mantap.
Menjadi perisai selama masa kritis.
Menjadi daya tarik eksekusi handal, yang mana eksekusi handal ialah aset perusahaan.
Meningkatkan efektivitas pemasaran.
Menghemat biaya operasional karena citranya baik.
Jadi, citra perusahaan adalah suatu kesan yang dimiliki suatu organisasi secara total dan berasal dari perilaku dan reputasi. Citra tidak bisa dibeli, tapi didapat oleh perusahaan-perusahaan yang memiliki reputasi bagus.
Reputasi Perusahaan
Menurut Fombrun, reputasi adalah keseluruhan evaluasi dari pencapaian organisasi (Laksana, 2012). Charles Fombrun menyatakan bahwa reputasi adalah sebuah cara utama seseorang untuk memperoleh informasi mengenai produk yang harus dibeli, ke mana mereka ingin melamar pekerjaan, dan pembelian saham (Argenti dalam Laksana, 2012).
Sebuah perusahaan yang memiliki reputasi yang baik akan sangat mudah mendapatkan bibit unggul untuk sumber dayReputasi sebuah perusahaan dibentuk oleh beberapa komponen.Argenti dan Forman dalam Laksana (2012) menyebutkan reputasi terdiri atas identitas yang telah terbentuk, citra keseluruhan yang dibentuk publik, dan keselarasan antara
identitas perusahaan dengan citra yang dipegang oleh konstituen. Sementara itu, Dowling menambahkan faktor pengalaman dan penilaian terhadap perusahaan juga dapat mempengaruhi reputasi perusahaan (Laksana, 2012) manusia, harga yang kompetitif dari para supplier, dan jumlah sales yang tidak sedikit. Selain itu, reputasi juga memperluas daya tarik perusahaan dan memungkinkan para manajer untuk memberikan harga yang lebih tinggi terhadap produk atau jasa yang ditawarkan (Laksana, 2012).
Reputasi merupakan aset bagi sebuah perusahaan. Layaknya sebuah aset,
perusahaan seharusnya mengelola reputasi dengan baik. Ada beberapa strategi
Public Relations yang dapat dijadikan acuan dalam melakukan managing reputasi
perusahaan,antara lain:
Objective, PR harus membantu Menentukan objective perusahaan. Karena tujuan dari komunikasi yang dilakukan mungkin dapat diterima, namun kemampuan untuk dapat mengidentifikasi suatu masalah bukan hal yang mudah. PR harus dapat mengidentifikasi hal-hal yang ingin dicapai dalam kurun waktu tertentu.
Strategy, Objective yang sudah dirancang dan disiapkan tadi, harus didukung dengan perencanaan yang baik dan matang. Aktivitas tersebut harus terus dilakukan secara berkelanjutan dengan efektif.
Persepsi, Perusahaan harus membangn persepsi dan itikad baik terhadap publik dan konsumennya. Bagaimana persepsi dibentuk oleh perusahaan dan dimaknai oleh publiknya dapat dilakukan oleh divisi yang langsung berhubungan dengan publik, antara lain divisi PR, Marketing, dan Sales.
Pesan, Perusahaan harus dapat menyiapkan dan mengemas pesan-pesan yang akan
dikomunikasikan dengan publiknya dengan baik. Agar tidak terjadi celah antara
persepsi yang diterima oleh publik dengan kenyataan sebenarnya.
Taktik, Taktik atau strategi harus disiapkan dengan menggunakan metode-metode yang relevan dengan hal yang ingin dicapai. Mulai dari perencanaan, implementasi hingga evaluasi terhadap hal-hal yang sudah terencana dan tak terencana.
Inisiatif, Perusahaan harus memiliki daya insiatif yang tinggi untuk dapat menentukan dan memilih kegiatan-kegiatan apa saja yang bermanfaat untuk dapat membangun reputasi yang baik pada perusahaan.
Kalendar, Penentuan Kalendar atau penjadwalan acara-acara yang dilakukan oleh
perusahaan, mempengaruhi jadwal kegiatan yang dilakukan oleh divisi PR , oleh
karena itu perusahaan harus dapat bekerjasama dengan baik dengan divisi PR
dalam melakukan kegiatan-kegiatan komunikasi.
Perhatian, Perusahaan harus dapat mengetahui isu-isu yang berkembang yang berkaitan dengan reputasi perusahaan tersebut, dan melakukan audit dan analisa terhadap kasus tersebut.
Kompetisi, Divisi PR harus dapat mengevaluasi efektifitas kegiatan-kegiatan yang dilakukan dan membandingkannya dengan perusahaan pesaingnya. Dengan mengetahui halhal yang dilakukan oleh pesaing, maka PR dapat menentukan dan meningkatkan kegiatan yang dapat membangun reputasi yang berbeda dari saingannya.
Penilaian, Perusahaan harus dapat memberikan penilaian terhadap program-program yang dilakukan secara keseluruhan, dan memberikan penilaian terhadap efektifitas kegiatan-kegiatan yang dilakukan.
Management, Bagaimana perusahaan dapat melihat kemampuan fungsi divisi PR serta memberikan rekomendasi,masukan-masukan, dan saran untuk meningkatkan
prestasi.
Sumber Daya, Perusahaan harus dapat memberikan pengetahuan-pengetahuan dan pendidikan kepada sumber daya manusia untuk memberikan kepuasan terhadap perusahaan, dengan mengadakan acara-acaraseperti seminar regional, dan briefing, sehingga dapat mengadakan komunikasi langsung antara perusahaan dengan karyawan. Setelah membuat strategi-strategi yang akan digunakan dalam proses komunikasi, PR sebagai perwakilan perusahaan dan juru bicara dalam mengkomunikasikan pesan-pesan yang berkaitan dengan corporate branding yang harus secara konsisten diinformasikan oleh korporasi yang merefleksikan misi dan visi perusahaan serta membuat program-program PR yang dapat membangun reputasi yang baik suatu perusahaan kepada internal publik dan eksternal publik.
-------------------------------------
Pontianak
Senin, 13 April 2020
Thalab Jeje
Tidak ada komentar:
Posting Komentar