"6 ISU YANG BERDAMPAK PADA PERUSAHAAN"
1. Urgensi Kenaikan Mutu Pertumbuhan Ekonomi Tidak Stabil
Permasalahan ekonomi di Indonesia yang pertama adalah urgensi kenaikan mutu pertumbuhan ekonomi tidak stabil. Ini biasanya disebabkan oleh terjadinya ketimpangan sosial, jumlah pengangguran yang masih tinggi, tingkat kemiskinan masih di atas rata-rata dan selainnya.
Hal inilah yang menyebabkan mutu pertumbuhan ekonomi Indonesia dari menengah ke skala lanjutan tidak berjalan dengan baik. Maka dari itu, pendapatan negara masih bertahan di zona tersebut.
2. Daya Beli Stagnan Pada Situasi Inflasi
Jika inflasi sedang terjadi, seharusnya daya beli masyarakat jangan dibiarkan menurun. Karena di saat itu, harga sedang menaik dan perputaran jumlah uang juga semakin tinggi.
Akan tetapi jika daya beli masyarakat justru menurun, tentu pertumbuhan ekonomi tidak akan berkembang. Justru biaya produksi yang semakin tinggi dengan kuantitas produk yang semakin bertumpuk membuat trend pasar menjadi lesu yang bisa merugikan pihak produsen.
3. Kekalahan Daya Saing
Permasalahan selanjutnya adalah kekalahan daya saing dengan perusahaan-perusahaan dari negara yang lebih adidaya. Problem ekonomi semacam ini yang juga melanda perekonomian Indonesia.
Akibatnya, pasaran produk dalam negeri menjadi lesu. Apalagi jika masyarakat masih lebih suka membeli produk luar dibandingkan produk negeri sendiri.
4. Impor Menghambat Pertumbuhan Ekonomi
Jika pertumbuhan ekonomi meningkat, seharusnya kebutuhan impor produk menjadi lebih minim. Karena biaya produksi dalam negeri bisa digunakan untuk mengoptimalkan suplai produk domestik kepada masyarakat.
Sayang pertumbuhan ekonomi semacam ini tidak didukung oleh ketersediaan produk dalam negeri terkait dengan hasil pertanian dan peternakan. Sedangkan hal tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat yang semakin padat.
Selain itu, pertumbuhan ekonomi meningkat tetapi produk dalam negeri masih belum mumpuni untuk menghasilkan bahan baku industri yang berkualitas tinggi. Sehingga impor menjadi solusi pengadaan. Masalah ini yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi tetapi tidak dirasa efeknya.
5. Kemiskinan Yang Cukup Tinggi
Masalah ekonomi yang ke lima adalah taraf kemiskinan yang begitu tinggi. Akibatnya, suplai produk tidak terbeli yang mengakibatkan perputaran uang tidak maksimal.
Semakin tinggi tingkat kemiskinan, tentu daya beli masyarakat akan ikut merendah. Akibatnya, perekonomian tidak meningkat. Trend pasar juga lesu. Bahkan perusahaan akan gulung tikar karena tidak ada lagi orang yang membeli produknya.
Maka dari itu, kemiskinan adalah masalah ekonomi yang harus dientaskan secepat mungkin. Ini tidak hanya berhubungan dengan kesejahteraan masyarakat. Tetapi juga perekonomian negara yang paling tidak membutuhkan pasokan pajak dari rakyatnya.
Apa jadinya dengan negara jika perusahaan banyak yang gulung tikar, masyarakatnya juga tidak memiliki daya beli yang baik. Bukan tidak mungkin negara tersebut juga bakal bubar karena krisis moneter yang parah.
6. Terjadinya Inflasi Berkepanjangan
Inflas juga permasalahan ekonomi yang harus dicari solusinya. Karena ini bisa memicu daya beli masyarakat mengalami penurunan.
Bagaimana tidak, saat inflasi semua harga naik termasuk harga kebutuhan pokok masyarakat. Jika ini tidak disertai dengan pendapatan yang juga tinggi, tentu produk tersebut tidak akan terbeli. Yang ada stok menumpuk di perusahaan dan penyalur.
Jika ini berlaku terus menerus, tentu tren pasar menjadi lesu, perekonomian juga lumpuh. Lain soal jika inflasi juga diiringi oleh kenaikan pendapatan rakyat, mungkin daya beli masyarakat masih lumayan ideal.
--------------------------------------------------
Buntar, Jum'at 17 April 2020
Thalab Jeje
Tidak ada komentar:
Posting Komentar