Minggu, 19 April 2020

~KAJIAN KEISLAMAN 2020~

                -Hasil Kajian Keislaman-
           Malam minggu, 19 April 2020
                Pukul, 20:00-21:20 WIB

Bissmillahirrohmanirrohim
Assalamu'alaiku wr.wb

"Kajian Online Oleh Ust.Ommidi,S.Sos Berjalan Sukses"

       Ditengah Wabah yang melanda suatu penduduk Negri Hari ini Minggu 19 April 2020 telah berlangsung Kajian Online Seputar Ramadhan dengan Tema "Mengetuk Pintu Hati menuju Ramadan Yang Suci" Meskipun situasi yang tidak bersahabat, Namun, Alhamdulillah kegiatan itu Berjalan dengan lancar dan Sukses seperti yang di inginkan, tanpa hambatan dan rintangan apapun. 

Kegiatan Tersebut dilakukan dalam Jaringan melalui aplikasi Zoom yang dipandu oleh Thalab Jeje (Mahasiswa IAIN Pontianak) dengan pemateri Ust.Ommidi, S.Sos.

Ust muda yang dikarunia satu anak itu, dengan sanad keilmuanya yang tidak usah diragukan lagi mengawali kajiannya dengan sabda nabi "كم من صائم ليس له من صيامه إلا الجوع والعطش
Artinya"
"Betapa banyak orang yang berpuasa namun Dia tidak mendapatkan apa-Apa kecuali Rasa Haus dan Dahaga"

Melalui sabda nabi tersebut ust yang berusia 26 Tahun itu berpesan kepada peserta untuk memahami secara seksama materinya agar ketika bulan puasa tiba dan kita berpuasa, kita tidak hanya sekedar berpuasa dan menahan haus dan lapar saja, 
Akan tetapi berpuasa sesuai dengan tuntunan Syari'at agama yang telah di sepakati bersama.

Oleh karna itu materi yang disampaikan di kupas tuntas oleh pemateri mulai dari seputar syarat-Syarat berpuasa, fardu-fardu puasa dan sesuatu yang menyebabkan batalnya berpuasa.

Peserta serasa terhipnotis dengan paparan ustadz muda itu dan meminta untuk mengadakan kajian ulang di lain waktu yang bisa untuk kembali dengan paparan yang lebih memuaskan lagi.

Disamping kajiannya melalui aplikasi zoom tersebut, serasa tidak sah bagi peserta kalau tidak bertemu secara langsung dengan ustadz 1 anak itu.
Akhirnya acara itupun ditutup dengan doa khitmad dan memohon pertolongan kepada allah agar musibah yang melanda negri ini.

Secepatnya berlalu, karna ummat muslim diseluruh penjuru dunia ingin berkumpul dan melaksanakan kewajibannya kepada sanak famili dan keluarga, karena mereka yang sangat merindukan suasana yang dulu seperti biasa dilakukan dengan sana' family yang bahagia.
Bersambung........

Sampai jumpa di lain hari, dan terima kasih saya ucapkan karena sudah mensukseskan bersama acara kajian online keislaman bersama Ust. Ommidi, S.Sos.




---------------------------------------------------
Buntar, Minggu, 19 April 2020


                Thalab Jeje

Jumat, 17 April 2020

-MANAJEMEN ISU-


"6 ISU YANG BERDAMPAK PADA PERUSAHAAN"

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Semua pembisnis berhak sukses, namun kadang kalanya pembisnis juga mengalami kegagalan bahkan sempat mau menyerah, hanya karena tekad yang kuat sehingga bisa meraih kesuksesan yang luar biasa, namun, berbeda dengan perusahaan yang kadang kalanya mengalami pasang surut, nahh..!! Kali ini saya membagikan 6 isu yang berdampak pada perusahaan, diantaranya:

1. Urgensi Kenaikan Mutu Pertumbuhan Ekonomi Tidak Stabil

Permasalahan  ekonomi di Indonesia yang pertama adalah urgensi kenaikan mutu pertumbuhan ekonomi tidak stabil. Ini biasanya disebabkan oleh terjadinya ketimpangan sosial, jumlah pengangguran yang masih tinggi, tingkat kemiskinan masih di atas rata-rata dan selainnya.

Hal inilah yang menyebabkan mutu pertumbuhan ekonomi Indonesia dari menengah ke skala lanjutan tidak berjalan dengan baik. Maka dari itu, pendapatan negara masih bertahan di zona tersebut.


2. Daya Beli Stagnan Pada Situasi Inflasi

Jika inflasi sedang terjadi, seharusnya daya beli masyarakat jangan dibiarkan menurun. Karena di saat itu, harga sedang menaik dan perputaran jumlah uang juga semakin tinggi.

Akan tetapi jika daya beli masyarakat justru menurun, tentu pertumbuhan ekonomi tidak akan berkembang. Justru biaya produksi yang semakin tinggi dengan kuantitas produk yang semakin bertumpuk membuat trend pasar menjadi lesu yang bisa merugikan pihak produsen.


3. Kekalahan Daya Saing

Permasalahan selanjutnya adalah kekalahan daya saing dengan perusahaan-perusahaan dari negara yang lebih adidaya. Problem ekonomi semacam ini yang juga melanda perekonomian Indonesia.

Akibatnya, pasaran produk dalam negeri menjadi lesu. Apalagi jika masyarakat masih lebih suka membeli produk luar dibandingkan produk negeri sendiri.


4. Impor Menghambat Pertumbuhan Ekonomi

Jika pertumbuhan ekonomi meningkat, seharusnya kebutuhan impor produk menjadi lebih minim. Karena biaya produksi dalam negeri bisa digunakan untuk mengoptimalkan suplai produk domestik kepada masyarakat.

Sayang pertumbuhan ekonomi semacam ini tidak didukung oleh ketersediaan produk dalam negeri terkait dengan hasil pertanian dan peternakan. Sedangkan hal tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat yang semakin padat.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi meningkat tetapi produk dalam negeri masih belum mumpuni untuk menghasilkan bahan baku industri yang berkualitas tinggi. Sehingga impor menjadi solusi pengadaan. Masalah ini yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi tetapi tidak dirasa efeknya.


5. Kemiskinan Yang Cukup Tinggi

Masalah ekonomi yang ke lima adalah taraf kemiskinan yang begitu tinggi. Akibatnya, suplai produk tidak terbeli yang mengakibatkan perputaran uang tidak maksimal.

Semakin tinggi tingkat kemiskinan, tentu daya beli masyarakat akan ikut merendah. Akibatnya, perekonomian tidak meningkat. Trend pasar juga lesu. Bahkan perusahaan akan gulung tikar karena tidak ada lagi orang yang membeli produknya.

Maka dari itu, kemiskinan adalah masalah ekonomi yang harus dientaskan secepat mungkin. Ini tidak hanya berhubungan dengan kesejahteraan masyarakat. Tetapi juga perekonomian negara yang paling tidak membutuhkan pasokan pajak dari rakyatnya.

Apa jadinya dengan negara jika perusahaan banyak yang gulung tikar, masyarakatnya juga tidak memiliki daya beli yang baik. Bukan tidak mungkin negara tersebut juga bakal bubar karena krisis moneter yang parah.


6. Terjadinya Inflasi Berkepanjangan

Inflas juga permasalahan ekonomi yang harus dicari solusinya. Karena ini bisa memicu daya beli masyarakat mengalami penurunan.

Bagaimana tidak, saat inflasi semua harga naik termasuk harga kebutuhan pokok masyarakat. Jika ini tidak disertai dengan pendapatan yang juga tinggi, tentu produk tersebut tidak akan terbeli. Yang ada stok menumpuk di perusahaan dan penyalur.

Jika ini berlaku terus menerus, tentu tren pasar menjadi lesu, perekonomian juga lumpuh. Lain soal jika inflasi juga diiringi oleh kenaikan pendapatan rakyat, mungkin daya beli masyarakat masih lumayan ideal.



--------------------------------------------------

Buntar, Jum'at 17 April 2020


                  Thalab Jeje

Kamis, 16 April 2020

~USIAMU 60TH PERGERAKANKU~

                   -MENUA BERSAMAMU-

    -MENUA BERSAMU PERGERAKANKU-

Tahun demi tahun terus berganti sesuai dengan perjalanan hidupiji, usia semakin hari semakin bertambah tinggal menghitung hari untuk kita sampai dimana hari kita menetas dari rahim ibu, namun apakah kita bisa menjalani hidup sesuai dengan realita yang ada.

Hari ini adalah hari lahir nya PMII, sudahkah melakukan pengabdian semana mestinya, berhianat adalah suatu hal yang mustahil untuk dilakukan, 1000 rintangan menghadang tak gentar untuk kita terus melangkah maju menggapai sebuah mimpi yang pernah termimpikan.

Pantaskah diri ini menjadi penopabg dalam naunganmu untuk berkembang, rasa sia-sia tidak akan pernah berhenti untuk terus tetap mencintai dan membanggakan namamu di ujung dunia sana, dari sabang sampai merauke namamu sudah terdengar dengan lantang telingaku mendengarkan seruanmu memanggil anak-anak muda di negeri ini.

Kini, usiamu bertambah menjadi 60 tahun, namun, kokohmu tetap saja selalu berkibarkan tanpa ada seorang yang berani mengganggu memusnahkan dari dunia, semangatmu semangatin jiwa dan raga kami untuk terus menjunjung arti penting martabatmu di mata Dunia.

Biru dan Kuning menjadi Khas pribadi yang tanpa ada bisa menggantikannya, maafkan jika pengabdian kami tak seutuhnya mengabdi kepadamu, namun, kami bisa menjaganya dengan pahir dan batin kami persembahkan seluruhnya untukmu.

Tak perduli kata mereka dan penghinaan adalah sebuah motivasi untuk kami terus maju bersamamu, cacian demi cacian terus terlontarkan dari suara-suara mereka yang iri akan kekokohanmu, namun, semua itu tak kan gentar untuk kami berpisah darimu.

Jayalah selalu pergerakanku, dan tumbuh suburlah selalu pergerakanku, pupuklah selalu anak-anak negeri Indonesia untuk terus berkarya dan berorganisasi dalam naungamu, jangan biarkan anak Negeri tertindas akan kekerasan-kekerasan yang tak di inginkan oleh leluhur yang dulu memerdekan negeri ini.

Jayalah selalu Pergerakanku, semoga bisa merubah nasib anak muda di Negeri ini, kami selalu mencintaimu sampai akhir jiwa, raga dan nafas ini sampai kami menutup mata.

#salam_pergerakan
#dzikir_fikir_amal_sholeh

-----------------------------------------------
Buntar, Jum'at 17 April 2020


               Thalab Jeje

Minggu, 12 April 2020

~Corporate Identity, Image dan Reputasion~

A. Pengertian Corporate Identity

Corporate Identity merupakan identitas yang membedakan antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya, dan bisa juga berfungsi sebagai penanaman citra atau image yang bisa menjadikan sebagai daya tarik. 

Identitas perusahaan berdasarkan filosofi organisasi terwujud dalam budaya perusahaan yang berbeda. Identitas mencerminkan kepribadian sebuah perusahaan dan dari sinilah branding perusahaan tercipta.

        Corporate Identity dalam suatu perusahaaan, berperan dalam menjawab pertanyaan seperti “siapa kita?” dalam arti dimata klien atau konsumen. Disini perusahaan menunjukkan rasa kebersamaan atau hubungannya kepada klien atau konsumen.

Menentukan arah, design, nyawa dari sebuah korporasi tidaklah mudah. Penentuan arah dimulai dari tujuan didirikannya perusahaan atau bisnis, bidang industri yang dipilih, serta market yang dituju, perusahaan juga harus memiliki arah kreasi Corporate Identity yang berhubungan dengan branding perusahaannya. Menjalankan bisnis berkembang dan produktif dalam bukan tentang menjadi beruntung. 


B. Citra Perusahaan

Citra adalah perasaan, gambaran diri publik terhadap perusahaan, kesan yang dengan sengaja diciptakan dari suatu objek. Adapun pengertian citra dalam KBBI adalah:

Kata benda, gambar, rupa, gambaran.

Gambaran yang dimiliki orang banyak mengenai pribadi, perusahaan, organisasi atau produk.

Kesan mental atau bayangan cisual yang ditimbulkan oleh sebuah kata, frase atau kalimat dan merupakan unsur dasar yang khas dalam karya, prosa atau puisi.

Downing mendefinisikan citra sebagai “Citra merupakan sekumpulan makna dari obyek yang dikenali dan orang-orang dapat menggambarkan, mengingat, dan menghubungkan obyek tersebut. Citra merupakan refleksi dari realitas organisasi bagaimana organisasi

dipandang oleh publiknya (Laksana, 2012).

Menurut Frank Jeffkins terdapat beberapa jenis citra, yaitu :

The mirror image (citra bayangan), adalah citra yang diyakini oleh pihak perusahaan yang bersangkutan, terutama kepada pimpinan yang tidak percaya apa dan bagaimana kesan masyarakat terhadap perusahaan. Contohnya : suatu perusahaan mengeluarkan sebuah produk baru yang mereka meyakini bahwa produk tersebut dapat diterima dengan baik oleh masyarakat, namun keyakinan mereka berbanding terbalik dengan kejadian dilapangan. Dan mereka pun tidak melakukan survei lapangan serta tak menerima kritikan karena keoptimisan mereka terhadap produk tersebut.

The current image (citra yang berlaku), adalah citra yang mendapatkan kesan yang baik dari masyarakat terhadap sebuah produk atau perusahaan. Contohnya : produk a yang baru saja diluncurkan perusahaan mendapatkan tempat dihati masyarakat sehingga membuat citra perusahaan baik dimata publik.

The wish image (citra yang diinginkan), adalah citra yang ingin dicapai oleh pihak manajemen terhadap perusahaan sehingga perusahaan atau produk tersebut lebih dikenal dan mendapatkan kesan yang baik dari masyarakat atau publik. 

Corporate image (citra perusahaan), adalah citra yang berkaitan dengan sosok perusahaan itu sendiri sebagai tujuan utamanya, serta strategi bagaimana menciptakan citra yang positif dipandangan masyarakat atau publik. 

The multiple image (citra serbaaneka), adalah sebagai pelengkap citra perusahaan, yang bagaimana pihak humas akan menampilkan identitas, atribut logo, brands name, seragam, kemudian diidentikkan sebagai citra perusahaan tersebut.

Performance image (citra penampilan), adalah citra yang ditujukan lebih kepada subjeknya, bagaimana kinerja atau penampilan profesional pada perusahaan yang bersangkutan, misalnya dalam bentuk pelayanan dan pelaksanaannya.

Menurut Siswanto Sutojo (2004), dalam bukunya Membangun Citra Perusahaan, citra sebagai pancaran atau reproduksi jati diri atau bentuk orang perorangan, benda atau organisasi. Citra sebagai persepsi masyarakat terhadap jati diri perusahaan atau organisasi. Persepsi seseorang terhadap perusahaan didasari atas apa yang mereka ketahui tentang suatu perusahaan bersangkutan. Menurut Siswanto Sutojo, citra perusahaan yang baik dan kuat mempunyai manfaat :

Daya saing dalam jangka menengah dan panjang yang mantap.

Menjadi perisai selama masa kritis.

Menjadi daya tarik eksekusi handal, yang mana eksekusi handal ialah aset perusahaan.

Meningkatkan efektivitas pemasaran.

Menghemat biaya operasional karena citranya baik.

Jadi, citra perusahaan adalah suatu kesan yang dimiliki suatu organisasi secara total dan berasal dari perilaku dan reputasi. Citra tidak bisa dibeli, tapi didapat oleh perusahaan-perusahaan yang memiliki reputasi bagus.

Reputasi Perusahaan

Menurut Fombrun, reputasi adalah keseluruhan evaluasi dari pencapaian organisasi (Laksana, 2012). Charles Fombrun menyatakan bahwa reputasi adalah sebuah cara utama seseorang untuk memperoleh informasi mengenai produk yang harus dibeli, ke mana mereka ingin melamar pekerjaan, dan pembelian saham (Argenti dalam Laksana, 2012).

 Sebuah perusahaan yang memiliki reputasi yang baik akan sangat mudah mendapatkan bibit unggul untuk sumber dayReputasi sebuah perusahaan dibentuk oleh beberapa komponen.Argenti dan Forman dalam Laksana (2012) menyebutkan reputasi terdiri atas identitas yang telah terbentuk, citra keseluruhan yang dibentuk publik, dan keselarasan antara

identitas perusahaan dengan citra yang dipegang oleh konstituen. Sementara itu, Dowling menambahkan faktor pengalaman dan penilaian terhadap perusahaan juga dapat mempengaruhi reputasi perusahaan (Laksana, 2012) manusia, harga yang kompetitif dari para supplier, dan jumlah sales yang tidak sedikit. Selain itu, reputasi juga memperluas daya tarik perusahaan dan memungkinkan para manajer untuk memberikan harga yang lebih tinggi terhadap produk atau jasa yang ditawarkan (Laksana, 2012). 

Reputasi merupakan aset bagi sebuah perusahaan. Layaknya sebuah aset,

perusahaan seharusnya mengelola reputasi dengan baik. Ada beberapa strategi

Public Relations yang dapat dijadikan acuan dalam melakukan managing reputasi

perusahaan,antara lain:

Objective, PR harus membantu Menentukan objective perusahaan. Karena tujuan dari komunikasi yang dilakukan mungkin dapat diterima, namun kemampuan untuk dapat mengidentifikasi suatu masalah bukan hal yang mudah. PR harus dapat mengidentifikasi hal-hal yang ingin dicapai dalam kurun waktu tertentu.

Strategy, Objective yang sudah dirancang dan disiapkan tadi, harus didukung dengan perencanaan yang baik dan matang. Aktivitas tersebut harus terus dilakukan secara berkelanjutan dengan efektif.

Persepsi, Perusahaan harus membangn persepsi dan itikad baik terhadap publik dan konsumennya. Bagaimana persepsi dibentuk oleh perusahaan dan dimaknai oleh publiknya dapat dilakukan oleh divisi yang langsung berhubungan dengan publik, antara lain divisi PR, Marketing, dan Sales.

Pesan, Perusahaan harus dapat menyiapkan dan mengemas pesan-pesan yang akan

dikomunikasikan dengan publiknya dengan baik. Agar tidak terjadi celah antara

persepsi yang diterima oleh publik dengan kenyataan sebenarnya.

Taktik, Taktik atau strategi harus disiapkan dengan menggunakan metode-metode yang relevan dengan hal yang ingin dicapai. Mulai dari perencanaan, implementasi hingga evaluasi terhadap hal-hal yang sudah terencana dan tak terencana.

Inisiatif, Perusahaan harus memiliki daya insiatif yang tinggi untuk dapat menentukan dan memilih kegiatan-kegiatan apa saja yang bermanfaat untuk dapat membangun reputasi yang baik pada perusahaan.

Kalendar, Penentuan Kalendar atau penjadwalan acara-acara yang dilakukan oleh

perusahaan, mempengaruhi jadwal kegiatan yang dilakukan oleh divisi PR , oleh

karena itu perusahaan harus dapat bekerjasama dengan baik dengan divisi PR

dalam melakukan kegiatan-kegiatan komunikasi.

Perhatian, Perusahaan harus dapat mengetahui isu-isu yang berkembang yang berkaitan dengan reputasi perusahaan tersebut, dan melakukan audit dan analisa terhadap kasus tersebut.

Kompetisi, Divisi PR harus dapat mengevaluasi efektifitas kegiatan-kegiatan yang dilakukan dan membandingkannya dengan perusahaan pesaingnya. Dengan mengetahui halhal yang dilakukan oleh pesaing, maka PR dapat menentukan dan meningkatkan kegiatan yang dapat membangun reputasi yang berbeda dari saingannya.

Penilaian, Perusahaan harus dapat memberikan penilaian terhadap program-program yang dilakukan secara keseluruhan, dan memberikan penilaian terhadap efektifitas kegiatan-kegiatan yang dilakukan.

Management, Bagaimana perusahaan dapat melihat kemampuan fungsi divisi PR serta memberikan rekomendasi,masukan-masukan, dan saran untuk meningkatkan

prestasi.

Sumber Daya, Perusahaan harus dapat memberikan pengetahuan-pengetahuan dan pendidikan kepada sumber daya manusia untuk memberikan kepuasan terhadap perusahaan, dengan mengadakan acara-acaraseperti seminar regional, dan briefing, sehingga dapat mengadakan komunikasi langsung antara perusahaan dengan karyawan. Setelah membuat strategi-strategi yang akan digunakan dalam proses komunikasi, PR sebagai perwakilan perusahaan dan juru bicara dalam mengkomunikasikan pesan-pesan yang berkaitan dengan corporate branding yang harus secara konsisten diinformasikan oleh korporasi yang merefleksikan misi dan visi perusahaan serta membuat program-program PR yang dapat membangun reputasi yang baik suatu perusahaan kepada internal publik dan eksternal publik.





-------------------------------------

           Pontianak

   Senin, 13 April 2020


          Thalab Jeje

Minggu, 05 April 2020

"CORPORATE BRANDING"

                 -CORPORATE BRANDING-

1. CORPORATE BRANDING

A. Pengertian Corporate Branding

         Corporate Branding merupakan kata lain dari Merk sebuah perusahaan, dimana suatu ciri khas atau simbol yang memperkenalkan suatu produk atau perusahaan kepada konsumen. Dengan adanya corporate branding maka para konsumer akan lebih mengenal produk yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut.

 Corporate Branding juga mecerminkan sebuah perusahaan bergerak pada bidang apa dan dengan tujuan apa, sehingga semuanya tentang perusahaan tersebut akan tergabung dalam cerminan sebuah Corporate Branding.

       Menurut Kotler, yang dikutip dari buku Sabrina Helm “Reputation Management“ tahun 2011, branding merupakan sejarah tanggung jawab manajer pemasaran yang sering hanya memiliki akses terbatas ke ruang dewan. Manajemen klasik terutama bertugas memfasilitasi hubungan antara pelanggan dan produk, mengarahkan perbedaan pembelian, tekanan emosi dan mengkomunikasikan merek terkait seperti iklan dan promosi.

Manajemen Branding diarahkan kepada potensi yang terhadap pelanggan, menggunakan iklan sebagai sarana utama untuk menarik perhatian dan pembelian. Konsep lain dari perbedaan branding management sebagai diferensiasi fungsional yang perlahan terkikis, komunikasi menjadi sumber utama diferensiasi (misalnya, iklan kreatif, menanamkan sebuah produk dengan emosi). 

Tujuan strategis manajemen merek adalah untuk mendorong pertumbuhan dengan menciptakan basis pelanggan setia serta menghasilkan peluang untuk ekstensi produk di belakang merek populer (Keller 1998). Hal ini biasanya ditangani oleh manajemen merek (pada tingkat produk) bagian dari pemasaran Tim, sering dianggap sebagai tugas taktis dan karenanya terletak di manajemen tingkat menengah.



------------------------------------

         Pontianak, 

Minggu, 5 Maret 2020

        Thalab Jeje


Kamis, 02 April 2020

-STAKEHOLDER COMMUNICATION-

              ~Stakeholder Communication~

A. Pengertian Communication
        Komunikasi adalah proses perpindahan makna,pertukaran simbol,interaksi,hubungan, dan pertukaran makna antara komunikator (pembicara) dengan komunikannya (lawan bicara). 

Komunikasi juga bisa bersifat personal dan nonpersonal. Dan juga komunikasi juga bersifat verbal (lisan) dan juga nonverbal (isyarat) itu adalah pengertian sederhana dari komunikasi.

B. Pengertian Stakeholder
        Stakeholder adalah orang-orang yang memiliki kepentingan dalam suatu perusahaan/organisasi, dan juga stakeholder ialah berbeda dengan public atau audien karena sifat stakeholder sendiri adalah orang-orang yang berperan di dalam suatu perusaan atau organisasi. 

Dan sedangkan kalau untuk public itu sendiri adalah sekelompok orang-orang banyak, namun, tidak memiliki peran yang penting, cuman hanya sebagai penonton atau penyimak saja bagi orang yang berbicara di depannya, itu adalah pengertian sederhana dari stakeholder.

C. Pengertian Communication Stakeholder
        Jadi pada intinya adalah komunikasi stakeholder adalah komunikasi orang-orang yang mempunyai peran dalam suatu perusahaan atau organisasi yang saling melakukan interaksi di antara mereka tentang apa yang akan di bahas oleh nya.

Dan kesimpulannya adalah stakeholder sudah pasti public sedangkan public belum tentu stakeholder, itu pengertian dari stakeholder communication.




--------------------------------------
          Pontianak,
Jum'at, 04 April 2020
    Jam, 13:42 WIB

       Thalab Jeje

~RESIKO BISNIS DAN REPUTASI PERUSAHAAN~

              -BANK MANDIRI SYARIAH-

"Manajemen Risiko Reputasi pada Bank SYARIAH"

        Risiko reputasi pada suatu bank adalah kumpulan citra bank di benak khalayak atau stake holdernya. Reputasi mencerminkan persepsi publik terkait tindakan yang dilakukan suatu bank, bisa juga disebabkan adanya publikasi negatif terhadap suatu bank. 

Risiko reputasi terjadi karena dipicu oleh risiko lain seperti Risiko kredit, Risiko likuiditas, atau Risiko operasional. Dengan demikian, dalam menilai Risiko reputasi perlu dipahami keterkaitan antara Risiko reputasi dan Risiko lainnya.

        Sesuai dengan Peraturan yang telah disepakatinya, Manajemen Risiko adalah serangkaian metodologi dan prosedur yang digunakan untuk mengidentifikasi, mengukur, memantau, dan mengendalikan Risiko yang timbul dari seluruh kegiatan usaha Bank. 

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dalam melihat hubungan antar variable pada obyek yang diteliti lebih bersifat interaktif yakni saling mempengaruhi.






---------------------------------------
          Pontianak,
Jum'at, 03 April 2020

         Thalab Jeje